Kolaborasi Dosen UNIKI dan UIKA Hasilkan Buku Referensi Nasional

News.ppsmm.uniki.ac.id (16-12-2025)

Redaksi: Kamaruddin

Beberapa Dosen yang terhimpun dalam program Magister Manajemen di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen Aceh dan di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor meramu pengetahuan dan pengalaman risetnya melahirkan suatu produk buku referensi aktual, diangkat dari hasil penelitian.

Buku yang diterbitkan UIKA-Press di akhir tahun 2025 ini, berjudul “Tree HR Personality: Inovasi Tes Kepribadian Berbasis Tree HR Model untuk Guru, Dosen, dan Siswa di Era Digital” menurut ketua penulis Dr. Amir Tengku Ramly, M.Si., CIPA, lahir dari pergulatan Panjang dalam dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia selama ini.

Dr. Amir Tengku Ramly, merupakan dosen UIKA Bogor, yang lahir di Sigli Aceh tanggal 7 Juli 1970, merupakan dosen senior Pascasarjana UIKA Bogor.  Dengan latar belakang Pendidikan akademik, diperolehnya di IPB pada bidang Komunikasi dan Ilmu Manajemen. Menyelesaikan program Doktor di UNJ Jakarta, bidang Ilmu Manajemen dengan konsentrasi manajemen Sumberdaya Manusia.

Penulis lainnya yang juga dosen pada FAI UIKA Bogor. Di tahun 2023 lalu meraih Hibah Inovasi Pembelajaran dan Teknologi Bantu dariKemendikbudristek, Dr. Santi Lisnawati, M.Si., M.Pd. Beliau terkenal sebagai ahli bidang inovasi Pendidikan, menyebut pengalaman mereka dalam riset yang dijewantahjan dalam buku Tree HR Personality tersebut, menyebut konsep Tree HR Model berawal dari kegelisahan kami menyaksikan realitas pendidikan Indonesia. Hasil survei internasional seperti PISA, ujarnya, menunjukkan capaian literasi dan numerasi siswa kita masih tertinggal.

Indeks Human Capital (HCI) yang dikeluarkan Bank Dunia juga mengungkapkan bahwa potensi anak-anak Indonesia belum berkembang optimal sebagaimana mestinya, pungkas Dr Santi.

Lalu penulis lainnya yang merupakan dosen S2 MM Uniki Bireuen, Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M.,  meyakini bahwa, Tree HR Personality adalah salah satu ikhtiar kecil yang akan memberi kontribusi besar bagi bangsa ini. Dengan memetakan potensi kepribadian pendidik dan peserta didik, kita dapat melangkah lebih pasti menuju visi Indonesia Emas 2045—sebuah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan spiritual, serta unggul dalam kompetensi global. #

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *